Sering sekali kesalahan yang
umum dilakukan fotografer adalah melihat hasil foto melalui layar LCD di
belakang kamera dan menilai terang gelapnya gambar hanya berdasarkan preview image.
Kenapa ini merupakan kesalahan ?
Begini.
LCD kamera mempunyai tingkat
kecerahan yang bisa disetel. Selain itu kemungkinan besar fotografer melihat
preview gambar di LCD dalam kondisi terik sinar matahari atau malah di gelap
gulita malam. Ini menyebabkan persepsi mereka terhadap gambar yang ada dalam
LCD menjadi bias.
Kamu memang harus melihat
preview gambarnya untuk menilai komposisi, depth of field, ketajaman, efek
suatu gerakan seperti yang kamu inginkan. Namun untuk
eksposure, kecuali kondisi ekstrim gambar yang terlalu gelap atau terlalu
terang, bagaimana caramu untuk fine tune gambarmu jika matamu tidak bisa
menilai secara akurat karena bias kondisi lingkungan? Jawabannya adalah
HISTOGRAM. Beruntungnya kita karena pabrikan kamera digital telah membekali
fitur histogram sebagai alat untuk mengevaluasi eksposure secara lebih akurat.
Bagaimana
Membaca Histogram
Histogram pada dasarnya
menunjukkan kecerahan (brightness)
sebuah gambar. Jika kamu mengambil
sebuah gambar dan sebagian besar grafik mengumpul di sebelah kanan, itu artinya
kamu sudah mengambil sebuah gambar high
key yang mungkin terlihat overexposed. Kebalikannya, histogram dengan
sebagian besar grafik data mengumpul di sisi kiri adalah gambar low key yang
terlihat underexposed. Jika kamu mengambil gambar dengan kontras yang tinggi / high contrast scene (ada area yang
sangat gelap dan ada area yang sangat gelap), kamu akan melihat grafik
histogram berbentuk huruf U. Terdapat kemungkinan yang hampir tak terhingga
terhadap kombinasi terang dan gelap yang bisa muncul dalam sebuah histogram.
- A. Bentuk histogram high contrast scene; gambar yang mengandung kontras gelap dan terang yang tinggi. Perhatikan bentuknya tinggi di sisi kanan dan kiri serta cekung di tengah seperti membentuk huruf U.
- B. Bentuk histogram high key scene; gambar yang sebagian besar terang. Namun tidak terlihat ada bagian grafik yang menempel di sisi paling kanan sehingga tidak ada pixel yang white clipped.
- C. Bentuk histogram low key scene; gambar sebagian besar gelap, ada black clipped ditandai dengan high spike (puncak grafik yang tinggi) yang menempel di sisi paling kiri. Dan ada sedikit white clipped di sisi kanan.
- D. Bentuk histogram ideal; gambar sebagian besar terdiri dari midtone dengan bagian gelap dan terang yang seimbang. Namun kamu akan belajar nanti bahwa “ideal” adalah subjektif dan sangat bergantung kondisi scene.
The
Scene (kondisi pemotretan)
Namun demikian ada satu hal yang penting dan
jarang dibicarakan dalam topik mengenai eksposure dan histogram. Jika kamu
melakukan sebuah night photography dengan objek sebuah gedung, dan setengah
dari fotomu adalah langit yang hitam kelam, kamu pasti akan mendapatkan
histogrammu memuncak tinggi di sisi sebelah kiri. Kebalikannya jika ada
matahari dalam framemu, jangan kaget akan ada puncak yang besar dan tinggi di
sisi kanan hsitogrammu. Jadi jangan heran lagi saat memotret bayangan gelap
atau sinar matahari pasti akan kamu temui puncak histogram di bagian kanan
ataupun kiri. Banyak buku fotografi atau petunjuk yang mengatakan bahwa bentuk
histogram tertentu menunjukkan eksposure yang pas. “Pas” adalah sebuah
subjektivitas dan fotografi adalah sebuah seni. Dan seni adalah subjektif. Jika
visi artistikmu mengatakan sebuah foto yang kamu buat baik yang overexposed
maupun yang underexposed adalah seni,
dan kamu memang sengaja membuat efek itu dalam prosesnya, maka itu adalah
exposure yang PAS bagimu.
Di atas adalah contoh gambar yang
"underexposed" jika hanya dilihat dari bentuk histogramnya. Tapi itu
adalah sebuah foto dengan eksposure yang "pas" secara estetis untuk
menampilkan siluet bangku-bangku dengan penerangan di bawahnya. Di
sinilah subjektivitas dan visi artistik sang fotografer mengambil alih.
Kamu perlu mempertimbangkan ketiga elemen ini saat memotret sebuah scene – tahu apa yang bisa dibaca dari sebuah
histogram, tahu bagaimana menghandel scene yang akan kamu abadikan, dan tahu
foto seperti apa yang ingin kamu hasilkan – lalu kamu membaca histogram dan
mengevaluasi mengapa dan bagaimana jika kamu ingin mengatur ulang eksposure
untuk shot berikutnya dengan cara merubah parameter aperture, ISO dan shutter
speed, atau merekomposisi frame untuk mengurangi area terang ataupun gelap
dalam fotomu.
Sensor digital kamera
mempunyai kemampuan yang terbatas dibandingkan
mata manusia untuk merekam informasi dari scene yang mengandung sekaligus area
sangat terang dan area sangat gelap – scene dengan dynamic range yang lebar.
Dalam fotografi dynamic range didefinisikan sebagai rasio antara daerah gelap
dan terang dalam satu scene. Kamera akan berusaha, kecuali kamu mengontrol
eksposure secara manual, mencoba mencari range yang paling memungkinkan untuk
menampilkan area terang dan gelap dalam satu secene tersebut. Namun dengan
keterbatasan dynamic range sensor tadi, hasilnya kadang membuat gambar
mengandung area dengan warna gelap murni atau putih murni. Itulah yang disebut
clipping, black clipping dan white clipping.
Clipping menggambarkan
hilangnya data di area tersebut. Kamera
digital dikenal akan kemampuannya mengembalikan detail dari area gelap sebuah
foto. Namun begitu histogram menyentuh sisi paling ujung kiri tidak ada data
yang bisa dimunculkan kecuali warna hitam pekat, dan tidak ada software post
processing apapun yang sanggup melakukannya. Begitu juga yang terjadi pada
white clipping, tidak ada data yang bisa dimunculkan kembali kecuali warna
putih murni.
Hal lain yang perlu
dijelaskan adalah: clipping dan blinking histogram adalah berasal dari rendisi
JPEG (format untuk menampilkan preview image). Jika kamu memotret dalam format
RAW, maka gambar aslinya mempunyai dynamic range yang lebih lebar sehingga
clipping jika ada seharusnya lebih berkurang.
Kesimpulannya, histogram
adalah alat yang hebat bagi semua fotografer digital dari level skil apapun.
Saat mereview hasil fotomu, pastikan penilaian eksposure sebuah gambar
berdasarkan grafik histogram, perhatikan clipping dan blinking, dan jangan
menilai hanya dari gambar preview. Yang paling penting tidak ada bentuk histogram yang ideal untuk semua skenario. Jadi jangan berusaha menghasilkan gambar dengan histogram yang ideal, akan tetapi buatlah gambar sesuai dengan visi artistikmu dengan mentweak setingan eksposure melalui bantuan histogram. Histogram hanyalah tool bukan tujuan !



No comments:
Post a Comment