Tuesday, 4 August 2015

Leading Line

Leading Line adalah salah satu konsep dalam komposisi di mana garis natural ataupun buatan digunakan untuk mengarahkan pandangan penonton dalam memandang sebuah foto. Leading line juga bisa untuk mengarahkan mata penonton ke objek utama dalam foto yang ingin ditonjolkan. Kamu bisa memakai leading line berbarengan dengan konsep komposisi lainnya semisal centering, the rule of third, atau point of view ataupun sebagai konsep utama yang berdiri sendiri. 
                                                                                                                             courtesy of www.leggnet.com




Apa Saja yang Bisa Dipakai ?
Hampir segala hal bisa dimanfaatkan sebagai leading line dalam mengkomposisi sebuah foto. Ada 2 kategori garis yang bisa dipakai sebagai leading line, yaitu :
  • Natural : leading line natural adalah segala garis yang terbentuk dari unsur alam seperti sungai, pucuk pepohonan, pinggiran taman, serombongan burung yang terbang dalam formasi, atau mungkin ekor seekor buaya. Apapun yang membentuk sebuah garis yang kontinyu bisa dipakai sebagai leading line.
  • Buatan  : leading line buatan (man made) adalah leading line yang secara alamiah tidak ditemukan di alam. Leading line buatan ini bisa berupa jalan, pagar, kabel listrik, jembatan dan sebagainya. Seperti halnya natural leading line, tidak penting apa yang dipakai sebagai leading line asalkan garis itu secara tegas mengarahkan mata penonton ke objek yang ada di foto.
Apakah Leading Line Harus Lurus ?
Tidak harus. 
Bahkan terkadang garis yang menarik adalah berupa garis lengkung atau bahkan lingkaran. Selama garis itu membentuk jalur yang tegas untuk diikuti oleh mata penonton, bentuknya bisa apa saja. Misal sepotong jalan yang berkelak-kelok menuju sebuah gunung tetap berfungsi sebagai leading line meskipun membimbing mata penonton melalui jalurnya yang berliku seperti contoh gambar di atas.

vatican spiral by Yushiki Fujiwara on 500px.com


Memakai Banyak Garis 
Salah satu garis yang sering dipakai adalah rel kereta. Rel sendiri adalah garis yang sangat tegas dan tampak kontras dengan lingkungannya. Namun demikian kerikil balast juga menciptakan garis, pucuk pohon atau kawat listrik juga menciptakan garis. Karena garis-garis ini saling menguatkan dan menuju arah yang sama, kekuatan garis rel tadi semakin diperkuat oleh garis-garis di sekitarnya. 

Garis Yang Tumpang Tindih
Namun adakalanya pemakaian banyak garis menjadi kontraproduktif dan secara komposisi membingungkan penonton apabila saling tumpang tindih. Kawat anyam di pagar contohnya, terlalu banyak perpotongan garis membuat mata penonton tertahan di tempat. Sebuah jalan yang terpotong oleh kabel listrik, pohon yang "tumbuh" di atas kepala seseorang adalah contoh lainnya. Garis apapun yang memotong garis yang lain akan menyebabkan kebingungan. 

No comments:

Post a Comment